Kamis, 23 Januari 2014

MINORITAS BERKUASA



Suara merupakan sebuah pokok kata
Mengartikan akan nada yang keluar dari mulut seseorang
Bisa juga mengartikan pada kata - kata seseorang
Dan juga merupakan sebuah ucapan

Ucapan bisa saja menyanjung orang
Ucapan juga bisa menyakiti seseorang
Menyanjung orang jg dapat menyakiti orang lainnya
Menyakiti orang bisa saja membuat yang lainnya tersakiti

Ucapan yang kita ucapkan merupakan sebuah doa
Ucapan yang kita keluarkan merupakan sebuah amanah
Ucapan yang kita keluarkan merupakan sebuah pesan
Ucapan juga bisa berarti sebuah kesan

Ucapan kita tentang seseorang merupakan sebuah penilaian
Penilaian yang baik bisa berarti menyanjung
Penilaian yang buruk bisa saja menyakiti orangnya
Tergantung bagaimana kita menilainya

Tidak perduli ketika penilaian kita itu benar atau salah
Tidak juga mereka perduli kita jujur atau bohong
Ketika kita menilai bagus tetapi kita bohong, orang senang
Ketika kita menilai buruk tetapi kita jujur, orang akan tersakiti

Apakah ucapan jujur itu salah,
Dan apakah kita bohong itu benar
Tidak selamanya itu baik atau jelek
Tergantung  ucapan kita, entah  itu benar atau salah bagi mereka

Karena ucapan kita benar atau salah itu adalah tergantung suara mayoritas

Ucapan kita itu salah juga hasil dari suara mayoritas
Dan benar atau salahnya kita tergantung pihak yang mana kita dukung
Mayoritas ataukah minoritas
Tetapi di negara ini suara mayoritas adalah omong kosong

Suara mayoritas itu adalah kosong dan tidak penting
Suara mayoritak tidak memiliki harga penuh
Karena minoritas memiliki kesatuan yang lebih kuat
Dibandingkan dengan mayoritas

Karena minoritas di negara ini memiliki kekuasaan
Dan mayoritas menderita dengan kesengsaraan hidup
Mayoritas kesusahan hidpu dipinggir jalan
Mayoritas hanya menganga menanti pertolongan minoritas

Mayoritas tidak ada harganya di negara ini
Karna mayoritas itu miskin
Dan minoritas memiliki kekuasaan dan harta
Minoritas hidup dan berkuasa karena menindas mayoritas

Dan ketika tersadar di dalam fakta kehidupan negara ini
Ternyata jumlah sudah bukan lagi mayoritas
Jumlah yang banyak belum tentu menang
Jumlah yang banyak belum tentu dihargai

Maka dari itu suara, ucapan, kata – kata
Hanyalah milik minoritas yang berkuasa
Hak bersuara bukanlah milik semua orang
Tetapi hak bersuara adalah milik yang berkuasa

YOGYAKARTA, 23 JANUARI 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar